Saturday, November 25, 2017

Pablo Picasso (1881–1973)

Sumber: assets.entrepreneur.com, pbs.twimg.com, assets.entrepre-
neur.com, sevencolors.org, pics.me.me, c.tribune.com.pk

     Siapakah seniman yang dianggap yang terbesar dan paling berpengaruh di dunia pada abad ke-20? Sederet nama bermunculan, tetapi hanya sedikit yang layak dianggap masuk dalam jajaran yang terbesar dan paling berpengaruh. Salah satu di antaranya adalah Pablo Picasso, pelukis dan pematung asal Negeri Matador, Spanyol.
Banyak kritikus dan pengamat seni rupa berpendapat, di antara deretan seniman raksasa yang besar dan berpengaruh pada abad ke-20, Pablo Picasso merupakan yang terbesar dan paling berpengaruh. Picasso dikenal luas di seluruh dunia sebagai seniman yang paling revolusioner dalam membuat perubahan dan gaya melukis pada abad ke-20. Picasso merupakan jenius seni yang dianggap sebagai perintis aliran kubisme yang penting dan sangat menonjol.
Pablo Picasso, yang masa hidupnya sangat panjang (91 tahun), memiliki nama lengkap yang juga sangat panjang: Pablo Diego Jose Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispin Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santisima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso Lopez. Picasso tidak hanya piawai dalam seni lukis dan patung. Ia ternyata juga cakap dalam seni keramik, grafis, pembuatan kostum penari balet, serta perancangan tata panggung.
Pablo Ruiz Picasso dilahirkan di Malaga, Spanyol, pada 25 Oktober 1881. Picasso dianugerahi umur yang panjang: meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada 8 April 1973 di Mougins, Prancis. Ayah Picasso bernama Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni, dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez.
Picasso memiliki gairah dan semangat yang tinggi untuk belajar. Pada umur 14 tahun, ia lulus ujian untuk masuk sekolah seni (School of Fine Arts) di Barcelona. Dua tahun berikutnya, ia pindah ke Royal Academy di Madrid. Namun, tak lama kemudian Picasso kembali ke Barcelona untuk bergabung dengan para penyair, artis, dan kritikus di Els Quatre Gats. Nama terakhir ini merupakan tempat tukar-menukar gagasan antara seniman, penyair, dan kritikus.
Perbedaan kota atau negara yang berjauhan bukan menjadi kendala bagi Picasso untuk belajar serta mendapatkan ilmu dan pengalaman. Ia merasa tidak puas hanya tinggal dan belajar di Spanyol. Pada umur 23 tahun, Picasso memutuskan untuk hijrah ke Paris, Prancis, kota yang pada saat itu (awal abad ke-20) menjadi pusat seni dunia.
Selama karier keseniannya yang panjang, Picasso telah menghasilkan kurang lebih 20.000 karya. Pergaulan Picasso yang luas menyebabkannya menjadi seniman yang kerap berganti-ganti gaya lukisan. Ia pernah terkenal dengan gaya lukisan biru dan merah muda karena karya-karya lukisnya didominasi oleh warna biru dan merah muda. Namun, pada periode yang lain ia juga sangat termasyhur dengan lukisan kubisme, gaya dan aliran yang melambungkan namanya ke puncak seni rupa Eropa dan dunia abad ke-20.
Jika para seniman termasyhur lain umumnya ditandai oleh satu macam gaya dasar, Picasso mampu menampilkan bermacam-macam gaya yang mengagumkan. Menurut Wikipedia, Picasso kadang ikut serta, tetapi kadang juga menentang perkembangan-perkembangan baru dalam dunia lukis modern.  Wikipedia juga menyatakan bahwa selain Picasso mungkin tak ada pelukis dalam sejarah yang sanggup melahirkan karya dengan kualitas begitu tinggi dengan melewati begitu banyak gaya dan cara.
Gaya kubisme yang dibawa Picasso mengejutkan dunia seni. Kubisme mengubah persepsi orang tentang estetika seni. Melalui kubisme, Picasso secara drastis mengubah bentuk lukisan menjadi penuh distorsi, tidak proporsional, dan sulit dikenali. Picasso tidak melakukannya dengan sembarangan karena apa yang ia hasilkan berangkat dari hasil impresi mempelajari karya patung-patung primitif Afrika yang berbentuk melengkung dan tidak proporsional serta eksperimen yang sering ia dilakukan pada aspek perspektif dan distorsi. Kubisme temuan Picasso mengubah pandangan dan penilaian dunia terhadap lukisan bahwa lukisan bukan melulu sebagai ekspresi atau wujud keindahan seni, melainkan juga sebagai hasil riset dan eksperimen.
Picasso dikenal sebagai seniman romantis dan play boy. Picasso beberapa kali menikah, antara lain, dengan Fernande Olivier, Marchelle Thumbert, Olga Kohklova (1918–1955), dan Jaqueline Roque (1961–1973). Ia juga seringkali berganti-ganti pacar ––  perempuan yang pernah dipacarinya, antara lain, Marie-Terese Walter dan Eva Gouel. Picasso biasa menjadikan perempuan sebagai sumber insiprasi untuk lukisan-lukisannya: setiap perempuan, konon, memberikan ilham yang berbeda-beda.
Picasso dianggap memiliki kemampuan mumpuni dalam membuat lukisan realis, tetapi umumnya ia lebih sering mengacak-acak dan mengubah-ubah objek lukisannya sehingga mengalami distorsi. Suatu waktu dia pernah menyatakan, “Jika saya menginginkan melukis cangkir, akan saya tunjukkan pada Anda bahwa bentuknya bundar, tetapi itu suatu irama umum dan konstruksi lukisan memaksa saya menunjukkan bahwa yang disebut bundar itu sebagai sesuatu yang persegi.”
Karya-karya lukis Picasso banyak dikagumi para pecinta seni dan umumnya berharga sangat mahal. Karya-karyanya yang terkenal, antara lain, “Les Demoiselles d’Avignon” (1907), “Guernica” (1937), “The Weeping Woman” (1937), dan “Femme Assise Dans Un Fauteuil”.  Adapun karya-karyanya yang berharga mahal, di antaranya, “La Reve” yang laku terjual 158.500.000 dolar AS (jika dirupiahkan dengan kurs saat ini nilainya sekitar 1,9 triliun rupiah); “Boy With a Pipe” (131.100.000 dolar AS); “Au Lapin Agile” (70.000.000 dolar AS);  “Acrobat and Young Harlequin” (69.400.000 dolar AS);  “les Femmes D’Alger” (179.370.000 dolar AS); “Nude, Green Leaves, and Bust” (106.500.000 dolar AS); dan “Dora Maar with Cat” (95.216.000 dolar AS).

Sumber: Desain Zamroni (Teks diolah dari jagokata.com)


No comments:

Post a Comment